Jumat, 24 Maret 2017

  Dibutuhkan Tenaga Kerja Ahli Operator Sablon


Kendala utama yang sering dihadapi dalam upaya membangun sebuah usaha adalah, kurang adanya keberanian untuk memulai merealisasikan rencana usaha tsb. Kita sering terjebak dalam rasa takut yang berlebihan, takut gagal, takut salah,takut rugi, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Hal itu sangat wajar dialami, apalagi jika kita tidak mempunyai persiapan yang matang dalam segala hal,terutama pengetahuan tentang besarnya pasar yang akan kita masuki, pengetahuan produk/jasa yang akan kita pasarkan, pesaing yang akan kita hadapi, dan yang lebih penting lagi biasanya tidak ada pihak berpengalaman yang mau membimbing kita dalam menghadapi segala situasi yang mungkin akan kita hadapi.
Membangun Bisnis Cetak Sablon sebetulnya bukan suatu hal yang sulit untuk orang awam sekalipun, bahkan dalam pengelolaannyapun sangat mudah sekali, tetapi meskipun demikian semuanya harus dipersiapkan dan direncanakan dengan baik.
Sebuah perusahaan sebaiknya dibangun secara bertahap dimulai dari bawah, agar fondasi perusahaan kita menjadi kokoh dan mampu terus tumbuh dan berkembang mengikuti perubahan jaman.
Berdasarkan pengalaman , ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan dalam membangun Bisnis Cetak Sablon, yaitu:

A. PAHAMI PROSES PRODUKSI
Mengetahui dan memahami Ketrampilan Dasar Cetak Sablon adalah hal pertama yang harus kita lakukan. Dengan memahami pengetahuan dasar ini akan memudahkan kita dalam mengatur semua kegiatan perusahaan, termasuk kegiatan produksi, pemasaran, promosi, administrasi, pengupahan,dll.
Jika kita tidak memahami proses produksi, dan kegiatan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada karyawan kita, maka kita akan selalu bergantung dan dikendalikan oleh karyawan kita sendiri, dan jika terjadi konflik, maka proses produksi akan terhenti, yang tentunya akan sangat merugikan perusahaan kita.
Memahami proses produksi bukan berarti kita juga harus menjadi operator produksi, melainkan kita harus mampu mengatur karyawan kita harus mengerjakan apa, bagaimana cara mengerjakannya, berapa target produksi yang harus dicapai tiap hari, dsb. Tugas kita adalah tugas seorang pemimpin, yang harus mampu mengendalikan perusahaan kita, yang bekerja secara maksimal dengan otak kita bukan dengan otot kita.
Memahami dan menguasai Ketrampilan Dasar Cetak Sablon, tidak membutuhkan waktu yang lama, untuk memahami pengetahuan cetak sablon hanya dibutuhkan waktu beberapa hari, bahkan dalam waktu beberapa jam saja. Setelah kita memahami pengetahuan cetak sablon, yang harus kita asah adalah ketrampilannya, yaitu dengan terus berlatih selama beberapa hari saja.
Ketrampilan Dasar Cetak Sablon yang harus dikuasai adalah Cetak Sablon Basis Air (sablon textil) dan Cetak Sablon Basis Minyak (sablon non textil), karena disinilah inti dari bisnis cetak sablon ini, dari kedua ketrampilan tersebut, mampu menghasilkan ribuan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat Bisnis dan Non Bisnis.

B. RUANGAN KANTOR
Memiliki ruangan kantor sendiri adalah hal yang sangat penting, meskipun hanya berupa ruangan kecil, dan berada didalam gang sempit misalnya. Adanya ruangan kantor akan memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi pelanggan dalam berbisnis dengan kita.
Pada tahap awal pendirian perusahaan, memiliki ruang kantor adalah lebih penting dibandingkan dengan ruang produksi, karena tidak etis rasanya jika setiap kita menerima pelanggan yang akan memberikan uang muka, kita terima dipinggir jalan, hal ini akan sangat menurunkan kredibilitas perusahaan kita. Sedangkan untuk kebutuhan ruang produksi masih dapat kita siasati dengan beberapa cara, dan biasanya ruangan produksi tidak berhubungan langsung dengan pelanggan kita.
Peralatan dan Perlengkapan kantor yang harus disiapkan adalah:
1. Meja Kerja beserta kursinya, untuk menerima pelanggan kita.
2. Alat Komunikasi (telp, HP)
3. Seperangkat Komputer (tidak mutlak)
4. Alat Tulis Kantor dan Barang Cetakan, terdiri dari:
a. Kwitansi (sebaiknya menggunakan nama dan logo perusahaan kita)
b. Nota/Bon, digunakan untuk penjualan kontan
c. Faktur/Surat Jalan, digunakan untuk penjualan tidak kontan
d. Kop Surat, Amplop (gunakan nama & logo perusahaan kita)
e. Stempel dengan nama dan logo perusahaan
f. Alat tulis, Staples, Mistar, dll.

C. TENAGA KERJA
Tenaga Kerja yang kita butuhkan adalah :
a. Tenaga Administrasi
Tenaga administrasi bertugas menerima pelanggan, menerima pesanan, sekaligus melakukan pencatatan transaksi, menerima pembayaran, dan pekerjaan administrasi lainnya. Sebagai langkah awal sebaiknya pekerjaan ini kita tangani sendiri untuk beberapa bulan kedepan, sebagai bahan pembelajaran dalam menghadapi dan melayani pelanggan kita.
Sistem pengupahan untuk tenaga administrasi biasanya mengacu pada sistem upah UMR yang berlaku didaerah tsb. Untuk pegawai baru biasanya diberikan masa percobaan bekerja selama 3 bulan, dengan besar gaji yang dibayarkan adalah sebesar 80 % dari besarnya gaji yang disepakati.
b. Tenaga Operator Sablon
Recruitment tenaga operator sablon sebaiknya dicari dari sekitar tempat perusahaan berdiri, hal ini untuk memudahkan dalam koordinasi, dan biasakan untuk menggunakan tenaga kerja non pengalaman, disamping memberikan kesempatan bekerja kepada yang belum berpengalaman, hal ini juga akan memudahkan dalam membentuk karakter para pekerja.
Ada dua sistem pengupahan yang biasa dilakukan untuk tenaga operator sablon, yaitu dengan sistem gaji bulanan atau dengan sistem upah borongan. Untuk tahap awal biasanya diberikan masa pelatihan selama tiga bulan, dengan materi pelatihan dititik beratkan pada cara penyablonan, yang biasanya dapat dipahami dan dilaksanakan oleh para pekerja hanya dalam beberapa hari saja.

Setelah tiga bulan biasanya operator sudah cukup mahir dalam menjalankan pekerjaannya, dan umumnya upah yang diberikan adalah dengan sistem upah borongan, dengan standar harga berkisar Rp.30.000 - Rp.50.000/hari. Standar harga tersebut adalah sebagai acuan dalam menetapkan upah borongan per satuan barang yang disablon.
Sebagai gambaran, misalkan kita mendapatkan order sablon plastik roti sebanyak 20.000 lbr, bahan plastik biasanya sudah disiapkan oleh pelanggan, jadi kita hanya menerima penyablonannya saja (makloon), dengan luas disain yang akan disablon sekitar 10cm X 10 cm, satu warna, dan ongkos sablon yang disepakati Rp.50/lb plastik.
Untuk penghitungan upahnya adalah sbb:
Kapasitas produksi seorang operator pemula untuk pekerjaan diatas adalah sekitar 2.000 lb plastik/hari, jadi order diatas dapat diselesaikan dalam 5 hari kerja oleh dua orang operator.

Pengupahan dengan sistem borongan merupakan sistem yang cukup adil bagi kedua belah pihak, karena perusahaan hanya akan membayar upah sesuai dengan apa yang dihasilkan oleh pekerja, demikian juga dengan penghasilan pekerja yang akan meningkat sesuai dengan tingkat produktivitasnya.

D. RUANG PRODUKSI
Ruang produksi digunakan untuk mengerjakan semua pesanan pelanggan, yang berupa cetak sablon textil, sablon non textil, maupun barang merchandise. Keberadaan ruang produksi adalah cukup penting, namun bukan yang utama.
Untuk menyiasati kebutuhan ruang produksi, kita dapat melakukan proses produksi dengan sistem ambil setor, dimana tenaga operator yang telah diberi pelatihan dan dianggap sudah cukup mampu bekerja, dapat kita beri pekerjaan dengan proses pengerjaannya dilakukan dirumahnya masing-masing, tetapi semua kebutuhan produksi ,termasuk peralatan, tinta dan bahan harus kita persiapkan.
Setiap sore hari hasil pekerjaan operator disetorkan kepada perusahaan, sambil membawa bahan untuk pekerjaan esok harinya. Sistem pengupahannya dapat digunakan dengan sistem upah borongan, yang dibayarkan pada setiap hari sabtu sore.
Sistem produksi seperti ini sangat membantu dalam mengatasi kebutuhan ruang produksi, terutama pada saat kapasitas produksi sangat tinggi. Tetapi hal penting yang harus diperhatikan adalah dimana tugas operator hanya melakukan penyablonan saja, yang dapat dilakukan oleh siapa saja pria maupun wanita, sedangkan proses afdruk screen, pencampuran tinta,dll yang termasuk kedalam rahasia perusahaan, harus kita lakukan sendiri.

E. Alat / Perlengkapan Produksi
Alat dan perlengkapan produksi yang dibutuhkan al:

1. Screen
Screen yang kita butuhkan adalah:
a. Screen T 150 ukuran 30cm X 40cm, yang digunakan untuk penyablonan pada media kertas, plastik, kaca, logam,dll. Harga screen T150 ukuran 30cm X 40cm berkisar Rp. 30.000 - Rp.50.000/pcs
b. Screen T 14 (T54) ukuran 30cm X 40cm, atau ukuran 35cm X 45cm, yang digunakan untuk penyablonan Kaos, dan bahan textil lainnya. Harga screen T14 (54) ukuran 30cm x 40cm, sekitar Rp. 25.000 - Rp 40.000/pcs, sedangkan ukuran 35cm X 45cm, sekitar Rp. 30.000 - Rp.50.000/pcs

2. Rakel, yang kita perlukan terdiri dari rakel untuk sablon basis air (textil) dan rakel untuk sablon basis minyak (non textil), dengan ukuran sbb:
a. Rakel untuk sablon non textil (kertas, plastik, logam,dll) dengan ukuran panjang 5cm, 10cm, 15cm, 20cm, 25cm, dan 30cm.
b. Rakel untuk sablon textil dengan ukuran panjang 10cm, 15cm, 20cm, 25cm, dan 30cm
Harga Rakel adalah sekitar Rp. 3.000/cm dengan gagang dari kayu, sedangkan gagang dari alumunium lebih mahal Rp.1000/cm dari gagang kayu.

3. Meja Afdruk
a. Meja Afdruk Statis
Meja afdruk statis dapat kita buat sendiri menggunakan kaca polos dengan ketebalan 5mm, berukuran 50cm X 70cm, ditambah 4 buah lampu neon @ 20 watt sebagai sumber cahayanya. Jarak antara lampu dengan kaca adalah 15cm.
b. Meja Afdruk Portable
Meja afdruk portable dapat menggunakan sinar matahari dan sinar lampu neon. Pembuatan meja ini sangat mudah dan memiliki multi fungsi.

4. Meja Sablon
a. Meja Sablon non textil
Sebagai tahap awal sebaiknya kita menggunakan meja sablon portable yang sangat simpel, murah dan mudah dibawa. untuk mengetahui cara pembuatan meja sablon portable, silahkan download disini
b. Meja Sablon textil
Meja Sablon Textil yang sangat praktis bagi pemula adalah meja sablon portable, karena disamping tidak memakan tempat, meja ini juga sangat mudah dan murah, serta dapat digunakan untuk sablon kaos yang sudah dijahit maupun kaos yang belum dijahit.
Meja ini terbuat dari tripleks dengan tebal 9mm, dan dengan ukuran 40cm X 60cm, dengan kisaran harga sekitar Rp. 25.000 - Rp.30.000/pcs.

5. Hair Dryer atau pengering rambut ini harganya sekitar Rp. 100.000/pcs

6. Sprayer plastik, harganya sekitar Rp. 15.000/pcs

7. Gelas Ukur & Alat Suntik
Gelas ukur dapat kita buat sendiri dengan menggunakan gelas sloki, atau dengan botol plastik transparan bekas tinta komputer, gunakan skala pada alat suntik sebagai acuannya. Untuk alat suntik dapat dibeli di apotek atau ditempat perlengkapan tinta komputer.

8. Coater, untuk melapisi obat afdruk keatas permukaan screen, kita dapat menggunakan kartu plastik bekas kartu perdana telp seluler.

9. Kursi Plastik, untuk tempat duduk tenaga operator sablon

10. Gunting, Cutter, Mistar

F. Marketing
Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman para peserta kursus sablon warna nusantara, pemasaran pada bisnis sablon ini sangat mudah sekali, karena target pasar yang kita bidik sangat beragam yaitu masyarakat bisnis dan non bisnis, maka produk yang kita hasilkan juga sangat beragam tergantung dari pesanan pelanggan, sehingga sangat jarang bisnis ini mengalami sepi order, bahkan seringkali kita mengalami overload, yang mengharuskan kita kerja lembur.
Karena produk yang kita hasilkan adalah atas dasar pesanan, maka kebutuhan modal kerja, dan keuntungan yang akan kita peroleh sudah dapat kita hitung sebelumnya, termasuk didalamnya jenis produk yang harus diproduksi, jumlah produksi, kebutuhan bahan baku, upah kerja,besarnya uang muka, dll.

a. Promosi
Ada beberapa strategi Marketing yang dapat kita lakukan dalam memasarkan produk dan mempromosikan perusahaan kita, yaitu al:
1. Spanduk
Memperkenalkan perusahaan dan produk-produk yang dapat kita hasilkan adalah sangat penting, terutama pada masyarakat disekitar kita, diantaranya melalui pemasangan spanduk didepan kantor, Sehingga masyarakat sekitar dan orang yang lewat didepan kantor kita akan mengetahui keberadaan perusahaan kita.
2. Surat Penawaran Produk
Jenis - Jenis produk yang dapat kita hasilkan, dapat kita tawarkan kepada perusahaan - perusahaan yang ada disekitar kita melalui surat penawaran resmi, tanpa harus menyertakan daftar harga, sebab harga-harga selalu mengalami fluktuasi. Surat penawaran yang kita kirimkan biasanya akan difile oleh perusahaan, dan mereka akan menghubungi kita jika suatu saat membutuhkan produk yang kita tawarkan tersebut.
3. Penyebaran Brosur
Penyebaran brosur berisi penawaran produk yang dapat kita hasilkan, sangat efektif dalam menjaring calon pelanggan yang ada disekitar perusahaan kita, meskipun dalam area yang terbatas pada radius 30 km.
Agar tidak membingungkan pelanggan, sebaiknya setiap penyebaran brosur difokuskan pada satu tema produk, misalnya pada bulan ini brosur yang kita sebarkan berisi penawaran produk textil .Contoh Brosur: "Terima Sablon Kaos, Seragam Olah Raga, Seragam Sekolah, Seragam Kantor, Jaket, Rompi, Wearpack, Topi, Tas, Spanduk, Banner, Umbul-Umbul, Baligo, Bendera, dll. Hubungi: Mr. X alamat Jl. Screen No 17, Telp. 123456, pesanan : antar jemput ".
Pada bulan berikutnya brosur yang kita sebarkan berisi penawaran produk kemasan dari kertas, Contoh: " Terima Pesanan Box/Dus untuk kemasan Makanan, Pakaian, Sepatu, Obat-Obatan, Parfum, Kosmetik, Hantaran Pengantin, Paper Bag, dll. Hubungi Mr X Alamat Jl.Screen No.17 Telp.123456, antar jemput".
Pada bulan bulan selanjutnya brosur yang kita sebarkan berupa penawaran produk plastik, merchandise, dll. Sehingga pelanggan yang terjaring akan sangat banyak dan beragam
4. Iklan di Media Massa
Pemasangan iklan di media massa sangat efektif dalam menjaring calon pelanggan , sebab dapat menjangkau daerah yang sangat luas, bahkan dalam beberapa hari setelah iklan ditayangkan, masih banyak calon pelanggan yang menghubungi kita. Pemasangan iklan pada media massa sangat menguntungkan, sebab hanya dengan biaya beberapa puluh ribu saja, kita bisa mendapatkan order hingga jutaan rupiah.
Hanya dengan 4 cara promosi diatas sudah sangat memadai dalam menjaring calon pelanggan , kita tidak perlu susah payah menawarkan produk kita dengan sistem door to door dalam mencari pelanggan. Cara promosi diatas sangat efektif meskipun dengan biaya yang sangat kecil.

b. Kontak Pelanggan
Setelah kita melakukan 4 jenis promosi diatas, biasanya akan banyak calon pelanggan yang menghubungi kita baik melalui telepon, maupun yang datang langsung kekantor kita, dan ini suatu pertanda baik atas keberhasilan promosi yang kita lakukan.
Hal-hal yang biasa dikomunikasikan dengan pelanggan al:
1. Spesifikasi Produk
Hal pertama yang biasanya kita tanyakan adalah spesifikasi produk yang dipesan, meliputi bentuk, model, bahan, dan jumlah produk yang dipesan.
2. Harga
Pelanggan biasanya akan menanyakan harga satuan produk yang dipesannya tersebut. Dalam hal ini sebaiknya kita tidak memberikan harga pada saat itu juga, kita bisa meminta waktu 1-2 hari untuk mengkalkulasi biaya produksinya, dengan alasan adanya fluktuasi harga, sehingga harga jual harus dikalkulasi agar tidak merugikan pelanggan.
Mengapa kita tidak menetapkan harga jual pada saat itu ?. Alasan pertama adalah selain fluktuasi harga, produk yang dipesan oleh para pelanggan adalah sangat beragam, dan berbeda, sehingga proses produksinyapun bisa berbeda, maka dibutuhkan waktu untuk menghitung harga pokok produk tsb.
3. Contoh Produk
Jika memungkinkan, pada saat negosiasi harga dan waktu pengerjaan, sebaiknya disertai dengan contoh produk yang telah kita buat. Biasanya dengan adanya contoh produk yang bagus, negosiasi harga menjadi tidak ketat lagi.
4. Proses Produksi
Mengingat banyaknya produk sablon yang dapat kita tawarkan, rasanya tidak akan mungkin semua produk yang kita tawarkan tsb dapat kita kerjakan sendiri. Lalu pertanyaannya mengapa kita harus menawarkan produk yang tidak dapat kita produksi sendiri.
Jawaban yang pertama adalah umumnya pelanggan menganggap kita mampu mengerjakan apa yang mereka pesan, dan nyatanya kita memang mampu. Jawaban kedua adalah sama seperti barang-barang yang ditawarkan oleh supermarket, apakah semua barang yang ditawarkan tsb diproduksi oleh supermarket tsb.
Tidak semua produk pesanan harus kita kerjakan sendiri, kita hanya mengerjakan produk pesanan yang betul-betul dapat kita kerjakan sendiri sesuai dengan sumberdaya yang kita miliki saat ini. Lalu bagaimana dengan pesanan produk yang tidak dapat kita kerjakan sendiri, hal ini dapat kita siasati dengan sistem makloon, dimana proses produksi barang tsb kita serahkan pada orang lain yang memiliki sumberdayanya, sementara penyediaan bahan baku dan proses finishing dapat kita kerjakan sendiri, sehingga dengan demikian kendali produksi masih dalam penguasaan kita.
Banyak sekali keuntungan yang kita dapatkan dengan sistem makloon. Ongkos jahit sebuah kaos oblong hanya sekitar Rp.3000 saja, bayangkan jika kita harus menjahit sendiri, berapa besar investasi yg harus kita tanamkan pada mesin dan tempat produksi, sementara order yang kita terima belum stabil.
Demikian juga dengan produk lain yang proses produksinya menggunakan mesin, untuk sementara sebaiknya dimakloonkan saja, karena walaupun dengan sistem makloon, harga jual yang kita tetapkan masih dapat bersaing dengan baik.
Proses produksi yang dapat dimakloon al: Jahit, Percetakan, Nomorator, Pervorasi, Pond/Punch, Rel, Foil, Emboss, dll.

Sabtu, 18 Maret 2017

MODUL PAKET C

https://drive.google.com/drive/folders/0B49pJKN6xxuiVE9DbDlkclc3TmM
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NccGFhN3ltWWpBblk
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NccE9IUEZwQnpVV3c
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NcVllSTlg4enhwSUE
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NceTB4U3V6a0Jkek0
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NcXzhiX1Q2V3QxdjQ
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NcZTdsMWR1RXFOV1k
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NcR0hYVWRldS0zODA
https://drive.google.com/drive/folders/0B7Kd5kRuU3NcUkwxa3Z2UmVlN28

Minggu, 25 Desember 2016

http://binalattas.info/pep/00menulattas/isiindex.php

http://binalattas.info/pep/00menulattas/isiindex.php
http://www.bnsp.go.id/
https://www.lspkomputer.id/
http://www.lemsar.net/
http://www.intala.info/#

  Dibutuhkan Tenaga Kerja Ahli Operator Sablon Kendala utama yang sering dihadapi dalam upaya membangun sebuah usaha adala...